Kemandirian adalah perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan atau masalah, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain, hasrat untuk mengerjakan segala sesuatu bagi diri sendiri.
Secara singkat kemandirian mengandung pengertian :
Suatu keadaan dimana seseorang yang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikannya
Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi
Memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya
Bertanggung jawab terhadap apa yang di lakukannya
Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangan dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan sehingga individu pada akhirnya akan mampu berpikir dan bertindak sendiri. Dengan kemandirian seseorang dapat berkembang dengan lebih mantap.
Untuk dapat mandiri seseorang membutuhkan kesempatan, dukungan, dan dorongan dari keluarga serta lingkungan di sekitarnya. Agar dapat mencapai otonomi atas diri sendiri. Peran keluarga serta lingkungan di sekitar dapat memperkuat untuk setiap perilaku yang di lakukan. Hal ini dinyatakan pula oleh Robert havighurst bahwa : “Kemandirian merupakan suatu sikap otonomi dimana seseorang secara relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain”. Dengan otonomi tersebut seorang anak diharapkan akan lebih bertanggung-jawab terhadap dirinya sendiri.
Referensi : http://tiyaraepradiktas.blogspot.com/search?updated-max=2011-05-15T05%3A32%3A00-07%3A00&max-results=7
Rabu, 01 Juni 2011
THE DEGREES OF COMPARISON
THE DEGREES OF COMPARISON
Kata sifat kuantitatif much dan little, dan kata sifat bilangan many and few, mempunyai tingkat
perbandingan (degrees comparison).
The degrees of comparison (tingkat perbandingan) berjumlah tiga tingkat, yaitu :
1. The positive degree (tingkat biasa)
2. The comparative (tingkat lebih/perbandingan)
3. The superlative (tingkat paling)
Positive Degree
Merupakan perbandingan dua nilai yang sama , biasanya menggunakan dua pola, yaitu as ... as ... dan the same as ...
contoh :
- Solo is as beautiful as Surabaya
- Her love is as much as mine
- Sony and toshiba have the same price
Comparative Degree
Menyatakan perbandingan bahwa sesuatu lebih atau kurang dari yang lain. Beberapa cara untuk mengekspresikan perbandingan tersebut antara lain :
1. Menggunakan kata penghubung than
2. Menambahkan akhiran -er pada kata sifat yang terdiri dari satu atau dua suku kata (misal : short, tall, dsb)
3. Menambahkan kata depan more apabila kata sifat lebih dari tiga suku atau apabila yang dibandingkan adalah kata keterangan
contoh :
- Rio is much taller than lely
- Notebook is more expensive than personal computer
- Marry finished the test more quickly than jack
Superlative Degree
Digunakan untu menyatakan hal yang paling ter- dari segala hal lainnya yang menjadi perbandingan
1. Menambahkan kata sandang the di depan kata sifat ataupun di depan kata keterangan
2. Menambahkan akhiran -est pada kata sifat yang terdiri dari satu atau dua suku kata (misal : short, tall, dsb)
3. Menambahkan kata depan most apabila kata sifat lebih dari tiga suku atau apabila yang dibandingkan adalah kata keterangan
contoh :
- He is the smastest boys in my class
- Ina is the most beautiful girls in my school
- Hani finished the test the most quickly
REFERENSI :
http://englishtutorial.co.cc/?p=49
http://student.eepis-its.edu/~gal/degr1.html
Kata sifat kuantitatif much dan little, dan kata sifat bilangan many and few, mempunyai tingkat
perbandingan (degrees comparison).
The degrees of comparison (tingkat perbandingan) berjumlah tiga tingkat, yaitu :
1. The positive degree (tingkat biasa)
2. The comparative (tingkat lebih/perbandingan)
3. The superlative (tingkat paling)
Positive Degree
Merupakan perbandingan dua nilai yang sama , biasanya menggunakan dua pola, yaitu as ... as ... dan the same as ...
contoh :
- Solo is as beautiful as Surabaya
- Her love is as much as mine
- Sony and toshiba have the same price
Comparative Degree
Menyatakan perbandingan bahwa sesuatu lebih atau kurang dari yang lain. Beberapa cara untuk mengekspresikan perbandingan tersebut antara lain :
1. Menggunakan kata penghubung than
2. Menambahkan akhiran -er pada kata sifat yang terdiri dari satu atau dua suku kata (misal : short, tall, dsb)
3. Menambahkan kata depan more apabila kata sifat lebih dari tiga suku atau apabila yang dibandingkan adalah kata keterangan
contoh :
- Rio is much taller than lely
- Notebook is more expensive than personal computer
- Marry finished the test more quickly than jack
Superlative Degree
Digunakan untu menyatakan hal yang paling ter- dari segala hal lainnya yang menjadi perbandingan
1. Menambahkan kata sandang the di depan kata sifat ataupun di depan kata keterangan
2. Menambahkan akhiran -est pada kata sifat yang terdiri dari satu atau dua suku kata (misal : short, tall, dsb)
3. Menambahkan kata depan most apabila kata sifat lebih dari tiga suku atau apabila yang dibandingkan adalah kata keterangan
contoh :
- He is the smastest boys in my class
- Ina is the most beautiful girls in my school
- Hani finished the test the most quickly
REFERENSI :
http://englishtutorial.co.cc/?p=49
http://student.eepis-its.edu/~gal/degr1.html
Passive Voice
Passive Voice
Kalimat aktif merupakan kalimat yang subjek kalimatnya adalah pelaku sebuah tindakan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya bukan pelaku suatu tindakan. Si subjek adalah si penerima akibat dari sebuah tindakan.
Bandingkan kalimat-kalimat berikut:
Aktif : Susi mengetik surat ini kemarin
Pasif : Surat ini diketik oleh Susi kemarin
Aktif : Kucingku membunuh seekor tikus
Pasif : Seekor tikus dibunuh oleh kucingku
Catatan:
1. Gunakan bentuk pasif jika pelaku tindakan tidak begitu penting.
Contoh:
1.
• Menara ini dibangun tahun 1955
1. Kalau kita perlu menyebut siapa pelaku suatu tindakan, gunakan kata oleh (by)
Contoh:
1.
• Menara ini telah dibangun oleh Pemerintah Daerah pada tahun 1955
Rumus umum untuk membentuk suatu kalimat Pasif
Aktif : S + Verb (Kata Kerja) + Objek + dll
Pasif : Objek + to be + Verb 3 (Kata Kerja Bentuk III) ( + by subjek) + dll
To be yang digunakan
a. Present : is, am, are
b. Past : was, were
c. Perfect : been (di depan have, has, atau had)
d. Future : be (setelah modals)
e. Continuous : being (di depan salah satu dari 7 to be di atas)
Hal-hal yang perlu diketahui dan diingat
1. Untuk menyatakan suatu kalimat dalam bentuk pasif, tenses tidak berubah. Tenses harus sama dengan kalau kita menyatakannya dalam bentuk aktif. Yang berubah hanya kata kerja-nya.
2. Kata kerja yang tidak memiliki objek (Kata Kerja Intransitif) tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif, seperti, menangis, mendidih, terbit, dll.
Contoh-contoh kalimat aktif dan pasif
a. Jack sings a song (active)
b. A song is sung by Jack (Passive)
1. Jack sang a song yesterday (active)
2. A song was sung by Jack yesterday (passive)
a. Jack has sung a song (active)
b. A song has been sung by Jack (passive)
1. Jack will sing a song (active)
2. A song will be sung by Jack (passive)
a. Jack is singing a song (active)
b. A song is being sung by Jack (passive)
1. Jack can sing a song (active)
2. A song can be sung by Jack (passive)
Beberapa Bentuk Kalimat Passive
1) Passive Imperative Sentence
Rumus:
Let + objek + be + Kata Kerja Bentuk III
• Help the poor (active)
• Let the poor be helped (passive)
2) Passive Infinitive: It is/was time
Rumus:
It is/was time for + objek + to be + kata kerja III
• It is time to send the letter (active)
• It is time for the letter to be sent (passive)
3) Negative Passive Imperative Sentence
Rumus:
Subjek + be + Kata kerja III + not to + infinitive
(kata kerja III yang sering digunakan adalah: advised, asked, begged, commanded, requested)
• Don’t wait for me (active)
• You are advised not to wait for me (passive)
4) Passive Sentence with Verbs of Perception
Rumus:
Subjek + be + adjectives + when + subjek + be + kata kerja III
(kata kerja yang digunakan adalah: taste, smell, feel)
• This food tastes delicious (active)
• This food is delicious when it is tasted (passive)
5) Passive Sentence with Certain Verbs followed by “that-clause”
Kata kerja yang digunakan adalah: accept, admit, agree, assume, believe, decide, expect, find out, intend, plan, point out, presume, prove, regret, report, say, think, understand.
• We regretted that the principal had to resign from office (active)
• It was regretted that the principal had to resign from office (passive)
6) Passive Sentence with Nouns or Adjectives as Complements
• I consider her very pretty (active)
• She is considered very pretty (passive)
7) Passive Sentence with two objects
• He gave me a book (active)
• A book was given to me by him (passive 1)
• I was given a book by him (passive 2)
8)Passive Sentence with Gerund Verbs
• The teacher enjoyed teaching the students (active)
• The students enjoyed being taught by the teacher (passive)
9) Agent consisting long expression at the end of sentence
Dalam kalimat pasif, jika pelaku terdiri dari ekspresi yang panjang, sebaiknya subjek tersebut ditempatkan di akhir kalimat setelah by.
• We were all surprised by her sudden announcement to get married
• I was confused by his plan to stop the ongoing project and begin a new one.
10) Passive Sentence with unique verbs
Kata kerja yang digunakan adalah: require, deserve, need
• This wall needs to be painted (sama dengan)
• This wall needs painting.
REFERENSI :
http://ismailworld.wordpress.com/2008/04/09/passive-voice/
Kalimat aktif merupakan kalimat yang subjek kalimatnya adalah pelaku sebuah tindakan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya bukan pelaku suatu tindakan. Si subjek adalah si penerima akibat dari sebuah tindakan.
Bandingkan kalimat-kalimat berikut:
Aktif : Susi mengetik surat ini kemarin
Pasif : Surat ini diketik oleh Susi kemarin
Aktif : Kucingku membunuh seekor tikus
Pasif : Seekor tikus dibunuh oleh kucingku
Catatan:
1. Gunakan bentuk pasif jika pelaku tindakan tidak begitu penting.
Contoh:
1.
• Menara ini dibangun tahun 1955
1. Kalau kita perlu menyebut siapa pelaku suatu tindakan, gunakan kata oleh (by)
Contoh:
1.
• Menara ini telah dibangun oleh Pemerintah Daerah pada tahun 1955
Rumus umum untuk membentuk suatu kalimat Pasif
Aktif : S + Verb (Kata Kerja) + Objek + dll
Pasif : Objek + to be + Verb 3 (Kata Kerja Bentuk III) ( + by subjek) + dll
To be yang digunakan
a. Present : is, am, are
b. Past : was, were
c. Perfect : been (di depan have, has, atau had)
d. Future : be (setelah modals)
e. Continuous : being (di depan salah satu dari 7 to be di atas)
Hal-hal yang perlu diketahui dan diingat
1. Untuk menyatakan suatu kalimat dalam bentuk pasif, tenses tidak berubah. Tenses harus sama dengan kalau kita menyatakannya dalam bentuk aktif. Yang berubah hanya kata kerja-nya.
2. Kata kerja yang tidak memiliki objek (Kata Kerja Intransitif) tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif, seperti, menangis, mendidih, terbit, dll.
Contoh-contoh kalimat aktif dan pasif
a. Jack sings a song (active)
b. A song is sung by Jack (Passive)
1. Jack sang a song yesterday (active)
2. A song was sung by Jack yesterday (passive)
a. Jack has sung a song (active)
b. A song has been sung by Jack (passive)
1. Jack will sing a song (active)
2. A song will be sung by Jack (passive)
a. Jack is singing a song (active)
b. A song is being sung by Jack (passive)
1. Jack can sing a song (active)
2. A song can be sung by Jack (passive)
Beberapa Bentuk Kalimat Passive
1) Passive Imperative Sentence
Rumus:
Let + objek + be + Kata Kerja Bentuk III
• Help the poor (active)
• Let the poor be helped (passive)
2) Passive Infinitive: It is/was time
Rumus:
It is/was time for + objek + to be + kata kerja III
• It is time to send the letter (active)
• It is time for the letter to be sent (passive)
3) Negative Passive Imperative Sentence
Rumus:
Subjek + be + Kata kerja III + not to + infinitive
(kata kerja III yang sering digunakan adalah: advised, asked, begged, commanded, requested)
• Don’t wait for me (active)
• You are advised not to wait for me (passive)
4) Passive Sentence with Verbs of Perception
Rumus:
Subjek + be + adjectives + when + subjek + be + kata kerja III
(kata kerja yang digunakan adalah: taste, smell, feel)
• This food tastes delicious (active)
• This food is delicious when it is tasted (passive)
5) Passive Sentence with Certain Verbs followed by “that-clause”
Kata kerja yang digunakan adalah: accept, admit, agree, assume, believe, decide, expect, find out, intend, plan, point out, presume, prove, regret, report, say, think, understand.
• We regretted that the principal had to resign from office (active)
• It was regretted that the principal had to resign from office (passive)
6) Passive Sentence with Nouns or Adjectives as Complements
• I consider her very pretty (active)
• She is considered very pretty (passive)
7) Passive Sentence with two objects
• He gave me a book (active)
• A book was given to me by him (passive 1)
• I was given a book by him (passive 2)
8)Passive Sentence with Gerund Verbs
• The teacher enjoyed teaching the students (active)
• The students enjoyed being taught by the teacher (passive)
9) Agent consisting long expression at the end of sentence
Dalam kalimat pasif, jika pelaku terdiri dari ekspresi yang panjang, sebaiknya subjek tersebut ditempatkan di akhir kalimat setelah by.
• We were all surprised by her sudden announcement to get married
• I was confused by his plan to stop the ongoing project and begin a new one.
10) Passive Sentence with unique verbs
Kata kerja yang digunakan adalah: require, deserve, need
• This wall needs to be painted (sama dengan)
• This wall needs painting.
REFERENSI :
http://ismailworld.wordpress.com/2008/04/09/passive-voice/
Gerund
Gerund adalah kata benda yang berasal dari kata kerja ditambah –ing, misalnya swimming, eating, fishing, shopping, dancing, dan singing. Bila diperhatikan, gerund mempunyai bentuk yang sama dengan present participle, bedanya gerund berfungsi sebagai kata benda, sedangkan present participle sebagai kata sifat yang menerangkan kata benda.
A. Gerunds as Subjects
Penggunaan gerund sebagai subject kalimat sudah dibahas pada sentence components tentang subject kalimat. Untuk merefresh memori anda, perhatikan contoh berikut:
1. Having a lot of money is better than having a little. (Punya banyak uang lebih baik dibanding punya sedikit uang).
2. Writing and speaking are two different aspects in a language. (Menulis dan berbicara adalah 2 aspek yang berbeda dalam sebuah bahasa).
3. Dropping out of school has caused him hard to find a good job. (Putus sekolah telah membuat dia sulit mendapatkan pekerjaan yang layak/bagus).
B. Gerunds as Objects
Jika verb mengikuti verb lainnya atau mengikuti prepositions, maka verb yang mengikuti ini berfungsi sebagai object kalimat.
1. Setelah verbs
Seperti halnya pada infinitive, gerund juga dapat mengikuti verbs tertentu, seperti pada pola kalimat berikut:
Subject + verb + gerund
Berikut adalah verbs yang langsung diikuti oleh gerund.
admit (mengakui)
appreciate (menghargai)
avoid (menghindari)
can’t help
consider (mempertimbangkan)
complete (menyelesaikan)
delay (menunda)
deny (menyangkal) enjoy (menikmati)
finish (menyelesaikan)
mind (keberatan)
miss (merindukan)
postpone (menunda)
practice (berlatih)
quit (berhenti)
recall (mengingat) regret (menyesali)
report (melaporkan)
resent (menyesali)
resist (bersikeras)
resume (memulai lagi)
risk (mengambil resiko)
suggest (menyarankan)
begin (mulai)
can’t stand (tidak tahan)
continue (melanjutkan)
dislike (tidak suka) dread (takut)
hate (benci)
like (suka) love (cinta)
prefer (lebih suka)
start (mulai)
stop (berhenti) remember (ingat) forget (lupa)
Note:
a) Verbs pada baris pertama selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitives). Can’t help di sini berarti “not able to avoid a situation, or stop something from happening “.
b) Verbs pada baris kedua selain diikuti oleh gerund juga dapat diikuti oleh infinitive dengan makna sama dengan bentuk gerund-nya. (Lihat contohnya pada infinitive).
c) Verbs pada baris ketiga juga dapat diikuti oleh infinitive, tetapi maknanya berbeda dengan bentuk gerund-nya. Lihat contah 8, 9 & 10 dan bandingkan perbedaan maknanya dengan contoh pada infinitive).
Contoh:
1. Has Ryan admitted killing eleven people yet? (Apakah Ryan telah mengakui membunuh 11 orang?).
2. I appreciated being given suggestions by her. (Saya menghargai diberi saran-saran oleh dia).
3. Tony always avoids answering my questions. (Tony selalu menghindar menjawab pertanyaan-pertanyaan saya).
4. I enjoyed being with you last night. (Saya menikmati bersama dengan kamu tadi malam).
5. Have you finished reading the book yet? (Apakah kamu telah selesai membaca buku itu?)
6. They prefer playing football to studying. (Mereka lebih milih/suka main sepakbola daripada belajar). Note: Verb prefer jika diikuti oleh gerund, pola kalimatnya berbeda dengan jika diikuti oleh invinitive.
7. I can’t help worrying about the upcoming exam. (Saya tidak bisa berhenti mengkhawatirkan ujian yang segera/sudah dekat itu).
8. I want to stop smoking. (Saya mau berhenti merokok). Dalam kalimat ini, subject I berkeinginan untuk tidak merokok-merokok lagi.
9. My brother always remembers locking his car. (Kakak saya selalu ingat mengunci mobilnya). Selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb remember jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.
10. My brother never forgets locking his car. (Kakak saya tidak pernah lupa mengunci mobilnya). Sama dengan contoh 7, selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb forget jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.
2. Setelah prepositions
Sebelum diikuti oleh gerunds, prepositions (kata depan) biasanya mengikuti verbs, adjectives, atau nouns. Perhatikan pola berikut:
Subject verb
adjective
noun preposition gerund
a. Verbs + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah verbs + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)
approve of (menyetujui)
be better off (lebih baik)
give up (berhenti)
put off (memadamkan) think about (memikirkan)
think of (memikirkan)
worry about (mencemaskan)
succeed in (berhasil) count on (percaya pada)
depend on (tergantung pada)
insist on (bersikeras pada)
keep on (meneruskan)
rely on (tergantung pada)
object to (keberatan) look forward to (mengharapkan) confess to (mengakui)
Note: Walaupun diikuti oleh preposition to, phrase pada baris kedua selalu diikuti oleh gerund. So, jangan dibingungkan dengan infinitive.
Contoh:
1. He gave up smoking because of his doctor’s advice. (Dia berhenti merokok karena saran dokternya).
2. Jenny insisted on buying that cellphone instead of this one. (Jenny bersikeras untuk membeli HP itu daripada HP ini).
3. Have you ever thought of studying abroad? (Pernahkah kamu berfikir untuk belajar di luar negeri?)
4. After a long trial and error, he finally succeeded in fixing his laptop. (Setelah lama mencoba-coba, dia akhirnya berhasil memperbaiki laptopnya).
5. My older sister objected to not being allowed to go out wit her friends. (Kakak saya keberatan tidak diijinkan keluar rumah dengan teman-temannya).
6. I am looking forward to seeing you soon. (Saya (sedang) sangat menantikan untuk bertemu denganmu segera). INCORRECT jika: I am looking forward to see you soon.
7. No one has confessed to stealing my money yet. (Tak seorang pun yang telah mengaku mencuri uang saya). INCORRECT jika: No one has confessed to steal my money yet.
b. Adjectives + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah adjectives + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)
accustomed to (terbiasa dengan)
intent on (bermaksud)
afraid of (takut pada) interested in (tertarik dengan)
capable of (bisa/mampu)
successful in (sukses pada) fond of (gemar pada)
tired of (lelah akan)
Contoh:
1. Will you be capable of finishing your work by noon tomorrow? (Apakah kamu (akan) bisa menyelesaikan pekerjaanmu sebelum jam 12 siang besok?).
2. Are you afraid of sleeping in the dark? (Apakah kamu takut tidur dalam keadaan gelap?).
3. I am tired of studying all day long. Let’s go out to have fun. (Saya lelah (karena) belajar seharian. Ayo kita cari kesenangan di luar).
4. Judith is fond of singing while taking a shower. (Judith gemar menyanyi ketika sedang mandi shower).
5. Bobby is accustomed to buying roses for his girlfriend. (Bobby terbiasa membeli mawar untuk pacarnya).
c. Nouns + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah nouns + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)
choice of (pilihan)
excuse for (alasan kenapa) intention of (maksud)
methods for/of (metode untuk) possibility of (kemungkinan akan)
reason for (alasan dari)
Contoh:
1. The teacher gave us a choice of taking another exam. (Guru itu memberi kita pilihan untuk mengikuti ujian lagi).
2. I am so sorry. I had no intention of hurting your feeling. (Saya sangat menyesal. Saya tidak punya maksud untuk menyakiti hatimu).
3. He always has an excuse for being late. (Dia selalu punya alasan kenapa (dia) telat).
4. There is no possibility of recruiting new employees during recession we are facing now. (Tidak ada kemungkinan untuk merekrut pegawai baru selama resesi yang sedang kita hadapi sekarang).
5. Have you found the best method for improving your English yet? (Apakah kamu sudah menemukan metode terbaik untuk meningkatkan (kemampuan) bahasa Inggris kamu?)
6. Your reason for getting bad grades is a big nonsense. (Alasan kamu kenapa nilai-nilai kamu jelek adalah omong kosong/bualan belaka).
C. Gerunds as Modifiers
Sering kita temukan kalimat yang menggunakan modifier berupa clause (i.e. prepositions + S + V). Jika subject dari main clause dan modifier tersebut sama, subject dari modifier tersebut dapat dihilangkan, tetapi verbnya berubah menjadi gerund.
Contoh:
1. After doing the homework, I will play football. = After I do my homework, I will play football.
2. Cats usually snore while sleeping. = Cats usually snore while they ( the cats) are sleeping.
3. I had had a very bad English before reading these articles. = I had had very bad English before I read these articles.
4. Besides watching movies, I like reading novels. = Besides I like watching movies, I like reading novels.
5. Because of not studying well, I didn’t pass the test. = Because I didn’t study well, I didn’t pass the test. Note: Penggunaan because of dan because adalah berbeda. Can you see the difference?
D. Penggunaan (pronoun/noun) sebelum gerunds
Pada pola-pola di atas, sebelum gerund juga dapat disisipi pronoun dalam bentuk possessive adjectives (i.e. my, your, his, her, its, their, our) atau oleh noun dalam bentuk possessive (i.e. noun+’s, misalnya: John’s, Rini’s, Indonesia’s, ect).
Subject verb (pronoun/noun) in possessive form gerund
Subject verb
adjective
noun prepositions
- - prepositions
Note: Perhatikan perbedaan pronoun yang digunakan pada infinitive.
Contoh:
1. We are looking forward to your coming next week. (Kami sangat menantikan kedatanganmu minggu depan).
2. My father doesn’t approve of my brother’s marrying her. (Ayah saya tidak menyetujui kakak saya mengawini dia).
3. They resented the teacher’s not announcing the exam sooner. (Mereka menyesalkan pak guru yang tidak mengumumkan ujian lebih awal).
4. He objected to my calling his girlfriend last night. (Dia keberatan atas telpon yang saya lakukan ke pacarnya tadi malam).
5. We all regret Danny’s not going to school anymore. (Kita semua menyesalkan Danny yang tidak sekolah lagi).
6. Before my sister’s leaving for Bali next week, my parents are going to have a small gathering at home this weekend. (Sebelum saudara perempuan saya berangkat ke Bali minggu depan, orang tua saya akan mengadakan acara ngumpul di rumah akhir pekan ini).
7. After his confessing to using drugs, Maria didn’t want to see him again. (Setelah dia mengaku menggunakan narkoba, Maria tidak ingin bertemu dia lagi).
Negative form Gerunds
Bentuk negative gerunds dibuat dengan dengan menempatkan particle (kata bantu) NOT di depan gerund tersebut.
Contoh:
1. She regretted not seeing her boyfriend last weekend.(Dia menyesal tidak bertemu pacarnya akhir pekan lalu).
2. Students are usually worried of not getting good grades. (Murid biasanya cemas tidak akan mendapatkan nilai bagus).
3. The criminal insisted on not telling the truth even though the policemen had tortured him. (Penjahat itu bersikeras tidak menceritakan yang sebenarnya walaupun polisi telah menyiksanya).
REFERENSI :
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/gerunds.html
http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/gerund/
A. Gerunds as Subjects
Penggunaan gerund sebagai subject kalimat sudah dibahas pada sentence components tentang subject kalimat. Untuk merefresh memori anda, perhatikan contoh berikut:
1. Having a lot of money is better than having a little. (Punya banyak uang lebih baik dibanding punya sedikit uang).
2. Writing and speaking are two different aspects in a language. (Menulis dan berbicara adalah 2 aspek yang berbeda dalam sebuah bahasa).
3. Dropping out of school has caused him hard to find a good job. (Putus sekolah telah membuat dia sulit mendapatkan pekerjaan yang layak/bagus).
B. Gerunds as Objects
Jika verb mengikuti verb lainnya atau mengikuti prepositions, maka verb yang mengikuti ini berfungsi sebagai object kalimat.
1. Setelah verbs
Seperti halnya pada infinitive, gerund juga dapat mengikuti verbs tertentu, seperti pada pola kalimat berikut:
Subject + verb + gerund
Berikut adalah verbs yang langsung diikuti oleh gerund.
admit (mengakui)
appreciate (menghargai)
avoid (menghindari)
can’t help
consider (mempertimbangkan)
complete (menyelesaikan)
delay (menunda)
deny (menyangkal) enjoy (menikmati)
finish (menyelesaikan)
mind (keberatan)
miss (merindukan)
postpone (menunda)
practice (berlatih)
quit (berhenti)
recall (mengingat) regret (menyesali)
report (melaporkan)
resent (menyesali)
resist (bersikeras)
resume (memulai lagi)
risk (mengambil resiko)
suggest (menyarankan)
begin (mulai)
can’t stand (tidak tahan)
continue (melanjutkan)
dislike (tidak suka) dread (takut)
hate (benci)
like (suka) love (cinta)
prefer (lebih suka)
start (mulai)
stop (berhenti) remember (ingat) forget (lupa)
Note:
a) Verbs pada baris pertama selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitives). Can’t help di sini berarti “not able to avoid a situation, or stop something from happening “.
b) Verbs pada baris kedua selain diikuti oleh gerund juga dapat diikuti oleh infinitive dengan makna sama dengan bentuk gerund-nya. (Lihat contohnya pada infinitive).
c) Verbs pada baris ketiga juga dapat diikuti oleh infinitive, tetapi maknanya berbeda dengan bentuk gerund-nya. Lihat contah 8, 9 & 10 dan bandingkan perbedaan maknanya dengan contoh pada infinitive).
Contoh:
1. Has Ryan admitted killing eleven people yet? (Apakah Ryan telah mengakui membunuh 11 orang?).
2. I appreciated being given suggestions by her. (Saya menghargai diberi saran-saran oleh dia).
3. Tony always avoids answering my questions. (Tony selalu menghindar menjawab pertanyaan-pertanyaan saya).
4. I enjoyed being with you last night. (Saya menikmati bersama dengan kamu tadi malam).
5. Have you finished reading the book yet? (Apakah kamu telah selesai membaca buku itu?)
6. They prefer playing football to studying. (Mereka lebih milih/suka main sepakbola daripada belajar). Note: Verb prefer jika diikuti oleh gerund, pola kalimatnya berbeda dengan jika diikuti oleh invinitive.
7. I can’t help worrying about the upcoming exam. (Saya tidak bisa berhenti mengkhawatirkan ujian yang segera/sudah dekat itu).
8. I want to stop smoking. (Saya mau berhenti merokok). Dalam kalimat ini, subject I berkeinginan untuk tidak merokok-merokok lagi.
9. My brother always remembers locking his car. (Kakak saya selalu ingat mengunci mobilnya). Selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb remember jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.
10. My brother never forgets locking his car. (Kakak saya tidak pernah lupa mengunci mobilnya). Sama dengan contoh 7, selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb forget jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.
2. Setelah prepositions
Sebelum diikuti oleh gerunds, prepositions (kata depan) biasanya mengikuti verbs, adjectives, atau nouns. Perhatikan pola berikut:
Subject verb
adjective
noun preposition gerund
a. Verbs + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah verbs + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)
approve of (menyetujui)
be better off (lebih baik)
give up (berhenti)
put off (memadamkan) think about (memikirkan)
think of (memikirkan)
worry about (mencemaskan)
succeed in (berhasil) count on (percaya pada)
depend on (tergantung pada)
insist on (bersikeras pada)
keep on (meneruskan)
rely on (tergantung pada)
object to (keberatan) look forward to (mengharapkan) confess to (mengakui)
Note: Walaupun diikuti oleh preposition to, phrase pada baris kedua selalu diikuti oleh gerund. So, jangan dibingungkan dengan infinitive.
Contoh:
1. He gave up smoking because of his doctor’s advice. (Dia berhenti merokok karena saran dokternya).
2. Jenny insisted on buying that cellphone instead of this one. (Jenny bersikeras untuk membeli HP itu daripada HP ini).
3. Have you ever thought of studying abroad? (Pernahkah kamu berfikir untuk belajar di luar negeri?)
4. After a long trial and error, he finally succeeded in fixing his laptop. (Setelah lama mencoba-coba, dia akhirnya berhasil memperbaiki laptopnya).
5. My older sister objected to not being allowed to go out wit her friends. (Kakak saya keberatan tidak diijinkan keluar rumah dengan teman-temannya).
6. I am looking forward to seeing you soon. (Saya (sedang) sangat menantikan untuk bertemu denganmu segera). INCORRECT jika: I am looking forward to see you soon.
7. No one has confessed to stealing my money yet. (Tak seorang pun yang telah mengaku mencuri uang saya). INCORRECT jika: No one has confessed to steal my money yet.
b. Adjectives + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah adjectives + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)
accustomed to (terbiasa dengan)
intent on (bermaksud)
afraid of (takut pada) interested in (tertarik dengan)
capable of (bisa/mampu)
successful in (sukses pada) fond of (gemar pada)
tired of (lelah akan)
Contoh:
1. Will you be capable of finishing your work by noon tomorrow? (Apakah kamu (akan) bisa menyelesaikan pekerjaanmu sebelum jam 12 siang besok?).
2. Are you afraid of sleeping in the dark? (Apakah kamu takut tidur dalam keadaan gelap?).
3. I am tired of studying all day long. Let’s go out to have fun. (Saya lelah (karena) belajar seharian. Ayo kita cari kesenangan di luar).
4. Judith is fond of singing while taking a shower. (Judith gemar menyanyi ketika sedang mandi shower).
5. Bobby is accustomed to buying roses for his girlfriend. (Bobby terbiasa membeli mawar untuk pacarnya).
c. Nouns + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah nouns + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)
choice of (pilihan)
excuse for (alasan kenapa) intention of (maksud)
methods for/of (metode untuk) possibility of (kemungkinan akan)
reason for (alasan dari)
Contoh:
1. The teacher gave us a choice of taking another exam. (Guru itu memberi kita pilihan untuk mengikuti ujian lagi).
2. I am so sorry. I had no intention of hurting your feeling. (Saya sangat menyesal. Saya tidak punya maksud untuk menyakiti hatimu).
3. He always has an excuse for being late. (Dia selalu punya alasan kenapa (dia) telat).
4. There is no possibility of recruiting new employees during recession we are facing now. (Tidak ada kemungkinan untuk merekrut pegawai baru selama resesi yang sedang kita hadapi sekarang).
5. Have you found the best method for improving your English yet? (Apakah kamu sudah menemukan metode terbaik untuk meningkatkan (kemampuan) bahasa Inggris kamu?)
6. Your reason for getting bad grades is a big nonsense. (Alasan kamu kenapa nilai-nilai kamu jelek adalah omong kosong/bualan belaka).
C. Gerunds as Modifiers
Sering kita temukan kalimat yang menggunakan modifier berupa clause (i.e. prepositions + S + V). Jika subject dari main clause dan modifier tersebut sama, subject dari modifier tersebut dapat dihilangkan, tetapi verbnya berubah menjadi gerund.
Contoh:
1. After doing the homework, I will play football. = After I do my homework, I will play football.
2. Cats usually snore while sleeping. = Cats usually snore while they ( the cats) are sleeping.
3. I had had a very bad English before reading these articles. = I had had very bad English before I read these articles.
4. Besides watching movies, I like reading novels. = Besides I like watching movies, I like reading novels.
5. Because of not studying well, I didn’t pass the test. = Because I didn’t study well, I didn’t pass the test. Note: Penggunaan because of dan because adalah berbeda. Can you see the difference?
D. Penggunaan (pronoun/noun) sebelum gerunds
Pada pola-pola di atas, sebelum gerund juga dapat disisipi pronoun dalam bentuk possessive adjectives (i.e. my, your, his, her, its, their, our) atau oleh noun dalam bentuk possessive (i.e. noun+’s, misalnya: John’s, Rini’s, Indonesia’s, ect).
Subject verb (pronoun/noun) in possessive form gerund
Subject verb
adjective
noun prepositions
- - prepositions
Note: Perhatikan perbedaan pronoun yang digunakan pada infinitive.
Contoh:
1. We are looking forward to your coming next week. (Kami sangat menantikan kedatanganmu minggu depan).
2. My father doesn’t approve of my brother’s marrying her. (Ayah saya tidak menyetujui kakak saya mengawini dia).
3. They resented the teacher’s not announcing the exam sooner. (Mereka menyesalkan pak guru yang tidak mengumumkan ujian lebih awal).
4. He objected to my calling his girlfriend last night. (Dia keberatan atas telpon yang saya lakukan ke pacarnya tadi malam).
5. We all regret Danny’s not going to school anymore. (Kita semua menyesalkan Danny yang tidak sekolah lagi).
6. Before my sister’s leaving for Bali next week, my parents are going to have a small gathering at home this weekend. (Sebelum saudara perempuan saya berangkat ke Bali minggu depan, orang tua saya akan mengadakan acara ngumpul di rumah akhir pekan ini).
7. After his confessing to using drugs, Maria didn’t want to see him again. (Setelah dia mengaku menggunakan narkoba, Maria tidak ingin bertemu dia lagi).
Negative form Gerunds
Bentuk negative gerunds dibuat dengan dengan menempatkan particle (kata bantu) NOT di depan gerund tersebut.
Contoh:
1. She regretted not seeing her boyfriend last weekend.(Dia menyesal tidak bertemu pacarnya akhir pekan lalu).
2. Students are usually worried of not getting good grades. (Murid biasanya cemas tidak akan mendapatkan nilai bagus).
3. The criminal insisted on not telling the truth even though the policemen had tortured him. (Penjahat itu bersikeras tidak menceritakan yang sebenarnya walaupun polisi telah menyiksanya).
REFERENSI :
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/gerunds.html
http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/gerund/
Noun Clause
Noun Clause adalah Clause yang digunakan sebagai pengganti noun atau berfungsi sebagai noun (kata benda). Selain Noun Clause ini, sebenarnya masih ada clause lainnya seperti Adverb Clause dan Adjective Clause. Untuk mendalami penjelasan mengenai Noun Clause, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini:
Menurut jenis kalimat asalnya, Noun Clause dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu:
1. Statement (pernyataan)
2. Question (pertanyaan)
3. Request (permintaan)
4. Exclamation (seruan).
Penjelasan:
1. Statement
a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Subjek Kalimat
• Kangaroo lives in Australia (statement)
• That Kangaroo lives is Australia is well known to all (Noun Clause)
2) Subjek Kalimat setelah "It"
• It is well known to all that Kangaroo lives in Australia
3) Objek Pelengkap
• My conclusion is that Kangaroo lives in Australia
4) Objek Kata Kerja
• All people understand well that Kangaroo lives in Australia
5) Apositif
• My conclusion that Kangaroo lives is Australia is correct.
2. Question
A. Yes/No Question
a. Conjunction yang dipakai adalah: "whether (or not/or if)"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Subjek Kalimat
• Can she drive the car? (Question)
• Whether she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or not she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether she can drive the car or not doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or if she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
2) Objek Pelengkap
• My question is whether she can drive the car.
3) Objek Kata Kerja
• I really wonder whether she can drive the car (or not).
4) Objek Kata Depan
• We discussed about whether she can drive the car.
B. Wh- Question
a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya itu sendiri"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Subjek Kalimat
• What is he doing? (Question)
• What she is doing doesn't concern me. (Noun Clause)
2) Objek Pelengkap
• My question is what she is doing.
3) Objek Kata Kerja
• I really wonder what she is doing.
4) Objek Kata Depan
• We discussed about what she is doing.
Catatan:
Posisi kembali normal, tidak seperti posisi sebuah pertanyaan normal.
3. Request
a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Objek Kata Kerja
• Read the book! (Request)
• He suggested that I read the book. (Noun Clause)
Catatan:
Tanda seru hilang.
4. Exclamation
a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya yang dipakai pada kalimat itu sendiri"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Objek Kata Kerja
• What a pretty girl she is? (Exclamation)
• I never realize what a pretty girl she is. (Noun Clause)
2) Objek Kata Depan
• We are talking about what a pretty girl she is.
Catatan Tambahan:
• Noun Clause dengan "that" digunakan sebagai subjek dari suatu kalimat hanya dengan kata kerja tertentu. Dan kata kerja (verb) yang penting adalah linking verb, khususnya BE.
• Noun Clause dengan "that" sering menjadi objek dari verb (kata kerja), beberapa verb berikut ini biasanya mempunyai subjek yang me�nunjukkan manusia. Kata-kata tersebut terutama sekali adalah verb yang digunakan dalam Indirect Speech Berta verb yang menyatakan kegiatan mental.
Kata Kerja Kalimat Tak Langsung
Admit, agree, allege, announce, argue, assert, assure, declare, aver, boast, claim, complain, confess, convince, deny, disagree, explain, foretell, hint, inform, insist, maintain, notify, persuade, pray, predict, proclaim, promise, relate, remark, remind, report, say, state, swear, teach, tell, threaten, warn
Kata Kerja Aktivitas Mental
Ascertain, assume, believe, calculate, care (untuk kalimat negative atau interrogative), conceive, conclude, consider, convince, decide, discover, doubt, dream, expect, fancy, feel, find out, forget, grant, guess, hear, hold (pendapat), hope, imagine, indicate, know, judge, learn, mean, mind (untuk kalimat negative atau interrogative), notice, perceive, presume, pretend, prove, question, realize, recall, reckon, recollect, reflect, regret, rejoice, remember, reveal, see, show, suppose, surmise, think, trust, understand, wish
Contoh:
1. Alex thinks that Mary is ill.
2. Bob told me that he had finished breakfast.
3. Henry says that Jack is very busy.
4. He insists that there is a mistake.
5. He complained to his friend that his wife couldn't cook.
• Dalam percakapan yang tidak resmi (informal) "that" sering dihilangkan dari objek Clause jika artinya (maksudnya) sudah jelas dapat dimengerti tanpa adanya "that".
Contoh:
1. I am sorry (that) I couldn't meet you at the station.
2. He says (that) they plan to come to the dance.
3. We thought (that) you had already left for abroad.
4. The reason we returned so early is, (that) one of the children got sick.
• Noun Clause dari question (pertanyaan) yang terletak sesudah verb yang memerlukan 2 objek mungkin berfungsi sebagai salah satu atau kedua objek dari verb tersebut.
Contoh:
1. Give the man (Indirect Object) what is in this envelope (Direct Object)
2. Give what is in the envelope to the man.
• Noun Clause dari pertanyaan mungkin diawali dengan kata-kata tanya yang berfungsi sebagai: Pronouns, Adjectives, atau Adverbs. Kata-kata yang dipakai adalah: Pronoun = who (ever), what (ever(, which. (ever), Adjective = whose, what (ever), which (ever), Adverb = how (ever), when (ever), where (ever), why.
Contoh:
1. We don't know who will be coming from the employment agency. (who adalah subjek dari will be coming)
2. We don't know whom the employment agency will send. (whom adalah objek dari will send)
3. We will ask whoever comes from the employment agency. (whoever adalah subjek dari comes)
4. We will ask whomever the employment agency sends. (whomever adalah objek dari sends)
• Dalam Noun Clause dari pertanyaan, subjek dan verb mempunyai susunan yang umum, yakni terletak sesudah introductory word.
• Noun Clause dari permintaan dimulai dengan that- Clause ini paling sering merupakan objek dari verb yang menyatakan permintaan, saran, atau keinginan dan sebagainya.
Contoh:
1. He is requesting that a company car be placed at his disposal.
2. The doctor recommended that he take a vacation.
3. It was suggested that she leave immediately.
4. It was proposed that the meeting be adjourned.
• Kadang-kadang "that" yang merupakan kata permulaan Clause dapat digantikan dengan susunan infinitive setelah kata-kata kerja yang menunjukkan permintaan seperti advise, ask, beg, command, desire, forbid, order, request, require, argue.
• Subjek dari that-Clause sering dalam bentuk passive dari verbs of requesting dengan susunan anticipatory it.
REFERENSI :
http://ismailmidi.com/berita-170-noun-clause.html
Menurut jenis kalimat asalnya, Noun Clause dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu:
1. Statement (pernyataan)
2. Question (pertanyaan)
3. Request (permintaan)
4. Exclamation (seruan).
Penjelasan:
1. Statement
a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Subjek Kalimat
• Kangaroo lives in Australia (statement)
• That Kangaroo lives is Australia is well known to all (Noun Clause)
2) Subjek Kalimat setelah "It"
• It is well known to all that Kangaroo lives in Australia
3) Objek Pelengkap
• My conclusion is that Kangaroo lives in Australia
4) Objek Kata Kerja
• All people understand well that Kangaroo lives in Australia
5) Apositif
• My conclusion that Kangaroo lives is Australia is correct.
2. Question
A. Yes/No Question
a. Conjunction yang dipakai adalah: "whether (or not/or if)"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Subjek Kalimat
• Can she drive the car? (Question)
• Whether she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or not she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether she can drive the car or not doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or if she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
2) Objek Pelengkap
• My question is whether she can drive the car.
3) Objek Kata Kerja
• I really wonder whether she can drive the car (or not).
4) Objek Kata Depan
• We discussed about whether she can drive the car.
B. Wh- Question
a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya itu sendiri"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Subjek Kalimat
• What is he doing? (Question)
• What she is doing doesn't concern me. (Noun Clause)
2) Objek Pelengkap
• My question is what she is doing.
3) Objek Kata Kerja
• I really wonder what she is doing.
4) Objek Kata Depan
• We discussed about what she is doing.
Catatan:
Posisi kembali normal, tidak seperti posisi sebuah pertanyaan normal.
3. Request
a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Objek Kata Kerja
• Read the book! (Request)
• He suggested that I read the book. (Noun Clause)
Catatan:
Tanda seru hilang.
4. Exclamation
a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya yang dipakai pada kalimat itu sendiri"
b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:
1) Objek Kata Kerja
• What a pretty girl she is? (Exclamation)
• I never realize what a pretty girl she is. (Noun Clause)
2) Objek Kata Depan
• We are talking about what a pretty girl she is.
Catatan Tambahan:
• Noun Clause dengan "that" digunakan sebagai subjek dari suatu kalimat hanya dengan kata kerja tertentu. Dan kata kerja (verb) yang penting adalah linking verb, khususnya BE.
• Noun Clause dengan "that" sering menjadi objek dari verb (kata kerja), beberapa verb berikut ini biasanya mempunyai subjek yang me�nunjukkan manusia. Kata-kata tersebut terutama sekali adalah verb yang digunakan dalam Indirect Speech Berta verb yang menyatakan kegiatan mental.
Kata Kerja Kalimat Tak Langsung
Admit, agree, allege, announce, argue, assert, assure, declare, aver, boast, claim, complain, confess, convince, deny, disagree, explain, foretell, hint, inform, insist, maintain, notify, persuade, pray, predict, proclaim, promise, relate, remark, remind, report, say, state, swear, teach, tell, threaten, warn
Kata Kerja Aktivitas Mental
Ascertain, assume, believe, calculate, care (untuk kalimat negative atau interrogative), conceive, conclude, consider, convince, decide, discover, doubt, dream, expect, fancy, feel, find out, forget, grant, guess, hear, hold (pendapat), hope, imagine, indicate, know, judge, learn, mean, mind (untuk kalimat negative atau interrogative), notice, perceive, presume, pretend, prove, question, realize, recall, reckon, recollect, reflect, regret, rejoice, remember, reveal, see, show, suppose, surmise, think, trust, understand, wish
Contoh:
1. Alex thinks that Mary is ill.
2. Bob told me that he had finished breakfast.
3. Henry says that Jack is very busy.
4. He insists that there is a mistake.
5. He complained to his friend that his wife couldn't cook.
• Dalam percakapan yang tidak resmi (informal) "that" sering dihilangkan dari objek Clause jika artinya (maksudnya) sudah jelas dapat dimengerti tanpa adanya "that".
Contoh:
1. I am sorry (that) I couldn't meet you at the station.
2. He says (that) they plan to come to the dance.
3. We thought (that) you had already left for abroad.
4. The reason we returned so early is, (that) one of the children got sick.
• Noun Clause dari question (pertanyaan) yang terletak sesudah verb yang memerlukan 2 objek mungkin berfungsi sebagai salah satu atau kedua objek dari verb tersebut.
Contoh:
1. Give the man (Indirect Object) what is in this envelope (Direct Object)
2. Give what is in the envelope to the man.
• Noun Clause dari pertanyaan mungkin diawali dengan kata-kata tanya yang berfungsi sebagai: Pronouns, Adjectives, atau Adverbs. Kata-kata yang dipakai adalah: Pronoun = who (ever), what (ever(, which. (ever), Adjective = whose, what (ever), which (ever), Adverb = how (ever), when (ever), where (ever), why.
Contoh:
1. We don't know who will be coming from the employment agency. (who adalah subjek dari will be coming)
2. We don't know whom the employment agency will send. (whom adalah objek dari will send)
3. We will ask whoever comes from the employment agency. (whoever adalah subjek dari comes)
4. We will ask whomever the employment agency sends. (whomever adalah objek dari sends)
• Dalam Noun Clause dari pertanyaan, subjek dan verb mempunyai susunan yang umum, yakni terletak sesudah introductory word.
• Noun Clause dari permintaan dimulai dengan that- Clause ini paling sering merupakan objek dari verb yang menyatakan permintaan, saran, atau keinginan dan sebagainya.
Contoh:
1. He is requesting that a company car be placed at his disposal.
2. The doctor recommended that he take a vacation.
3. It was suggested that she leave immediately.
4. It was proposed that the meeting be adjourned.
• Kadang-kadang "that" yang merupakan kata permulaan Clause dapat digantikan dengan susunan infinitive setelah kata-kata kerja yang menunjukkan permintaan seperti advise, ask, beg, command, desire, forbid, order, request, require, argue.
• Subjek dari that-Clause sering dalam bentuk passive dari verbs of requesting dengan susunan anticipatory it.
REFERENSI :
http://ismailmidi.com/berita-170-noun-clause.html
Relative Clause
Relative Clause adalah bagian dari kalimat (anak kalimat) yang memberi keterangan pada orang atau benda yang mendahuluinya. Istilah Relative Clause sama dengan Adjective Clause. Disebut Adjective Clause karena dia menerangkan benda atau orang yang mendahuluinya. Disebut Relative Clause karena dia menghubungkan (me-relate) benda atau orang tersebut dengan frasa di belakangnya. Relative Clause diawali dengan kata penghubung who, whom, whose, which, that, dengan fungsi sebagai berikut
Who: menerangkan orang sebagai subject
Whom: menerangkan kan orang sebagai object (menggantikan me, you, us, him, her,
them, it)
Whose:menerangkan orang sebagai pemilik (menggantikan my, your, our, his, her, their,
its)
Which: menerangkan benda sebagai subject maupun object
That menerangkan orang atau benda baik sebagai subject maupun object
Contoh:
Orang atau benda yang bergaris bawah pada kalimat sebelah kiri adalah sama dengan kata ganti orang atau benda yang bergaris bawah dalam kalimat sebelah kanan.Kata penghubung dibuat berdasarkan kata ganti orang atau benda dalam kalimat di sebelah kanan.
1. The fisherman gave us some tunas. He caught a lot of tunas.
--The fisherman who caught a lot of tunas gave us some. (subjek)
2. The farmer was away on holiday. I wanted to see him.
--The farmer whom I wanted to see was away on holiday. (objek)
3. The woman asked me. Her bike was lost.
--The woman whose bike was lost asked me. (pemilik)
REFRENSI :
http://novenrique.blogspot.com/2010/02/relative-clause-adalah-bagian-dari.html
Who: menerangkan orang sebagai subject
Whom: menerangkan kan orang sebagai object (menggantikan me, you, us, him, her,
them, it)
Whose:menerangkan orang sebagai pemilik (menggantikan my, your, our, his, her, their,
its)
Which: menerangkan benda sebagai subject maupun object
That menerangkan orang atau benda baik sebagai subject maupun object
Contoh:
Orang atau benda yang bergaris bawah pada kalimat sebelah kiri adalah sama dengan kata ganti orang atau benda yang bergaris bawah dalam kalimat sebelah kanan.Kata penghubung dibuat berdasarkan kata ganti orang atau benda dalam kalimat di sebelah kanan.
1. The fisherman gave us some tunas. He caught a lot of tunas.
--The fisherman who caught a lot of tunas gave us some. (subjek)
2. The farmer was away on holiday. I wanted to see him.
--The farmer whom I wanted to see was away on holiday. (objek)
3. The woman asked me. Her bike was lost.
--The woman whose bike was lost asked me. (pemilik)
REFRENSI :
http://novenrique.blogspot.com/2010/02/relative-clause-adalah-bagian-dari.html
Conditional Sentence
Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled.
General Structure
MAIN CLAUSE + IF CLAUSE
There are three types of Conditional Sentences.
1. conditional sentences type 1 : true in the present or future
S + MODAL V1 + V1 . . IF + S + V1 ATAU TO BE V1
FACT :
Mengubah kata if dengan on condition that, provided, atau unless
contoh :
conditional : I may study in university if i graduate from senior high school
fact : i may study in university on condition that i graduate from senior high school
2. conditional sentences type 2 : untrue in the present
S + MODAL V2 + V2 . . IF + S + V2 ATAU TO BE V2
FACT :
1. Ubah kata if menjadi because
2. Ubah tense menjadi simple present dan hilangkan modal
3. Ubah kalimat negatif menjadi positif dan sebaliknya
contoh :
conditional : I might study in university if i graduated from senior high school
fact : I don't study in university because i don't graduate from senior high school
3. conditional sentences type 3 : untrue in the past
S + MODAL V2 + HAVE + V3 . . IF + S + HAD + V3 ATAU HAD BEEN
FACT :
1. Ubah kata if menjadi because
2. Ubah tense menjadi simple present dan hilangkan modal
3. Ubah kalimat negatif menjadi positif dan sebaliknya
contoh :
conditional : I might have studied in university if i had graduated from senior high school
fact : I didn't study in university because i didn't graduate from senior high school
Referensi:
http://student.eepis-its.edu/~gal/condi1.html
General Structure
MAIN CLAUSE + IF CLAUSE
There are three types of Conditional Sentences.
1. conditional sentences type 1 : true in the present or future
S + MODAL V1 + V1 . . IF + S + V1 ATAU TO BE V1
FACT :
Mengubah kata if dengan on condition that, provided, atau unless
contoh :
conditional : I may study in university if i graduate from senior high school
fact : i may study in university on condition that i graduate from senior high school
2. conditional sentences type 2 : untrue in the present
S + MODAL V2 + V2 . . IF + S + V2 ATAU TO BE V2
FACT :
1. Ubah kata if menjadi because
2. Ubah tense menjadi simple present dan hilangkan modal
3. Ubah kalimat negatif menjadi positif dan sebaliknya
contoh :
conditional : I might study in university if i graduated from senior high school
fact : I don't study in university because i don't graduate from senior high school
3. conditional sentences type 3 : untrue in the past
S + MODAL V2 + HAVE + V3 . . IF + S + HAD + V3 ATAU HAD BEEN
FACT :
1. Ubah kata if menjadi because
2. Ubah tense menjadi simple present dan hilangkan modal
3. Ubah kalimat negatif menjadi positif dan sebaliknya
contoh :
conditional : I might have studied in university if i had graduated from senior high school
fact : I didn't study in university because i didn't graduate from senior high school
Referensi:
http://student.eepis-its.edu/~gal/condi1.html
Langganan:
Postingan (Atom)